Tag: tindakan medis

Semua Hal yang Perlu Anda Tahu Seputar Tes Swab Corona PCR

Salah satu metode pemeriksaan untuk mendeteksi seseorang terinfeksi virus penyebab Covid-19 adalah tes swab Corona atau PCR. Tes ini disebut paling akurat dan direkomendasikan oleh WHO karena memiliki tingkat akurasi 90 persen. 

Tes swab PCR ini menggunakan sampel lendir yang diambil dari pangkal hidung dan tenggorokan. Sampel ini nanti akan diperiksa di laboratorium untuk memeriksa material genetik terhadap virus SARS-CoV-2.

Mengenal Tes Swab Corona PCR

Tes PCR atau Polymerase Chain Reaction adalah metode tes usap yang menggunakan sampel lendir dari hidung dan tenggorokan. 

Dalam pemeriksaan ini, ada tiga tahapan yang harus dilalui. Pertama adalah pengambilan sampel, kemudian ekstraksi materi generik dari sampel dan amplifikasi atau penggandaan materi genetik, dan pembacaan hasil. 

Perlu diketahui bahwa kondisi saat pengambilan sampel tes tidak akan berpengaruh pada pemeriksaan PCR. Meskipun sampel diambil saat pasien dalam kondisi demam, batuk, diare, kurang tidur, tidak enak badan, atau mengonsumsi suplemen tertentu. 

Hanya saja, pasien tetap harus mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari penularan virus.  

Prosedur pemeriksaannya dimulai dari pengambilan sampel berupa lendir dari hidung dan tenggorokan. Kemudian, sampel akan dimasukkan dalam tabung plastik yang steril lalu dicek di laboratorium.

Lalu, akan dilakukan ekstraksi materi genetik dari sampel dengan menambahkan bahan kimia reagen primer dan probe. Sampel dimasukkan dalam mesin PCR untuk melalui proses memanaskan dan mendinginkan RNA, serta akan mengubah RNA menjadi DNA. Selanjutnya akan diketahui apakah terdapat virus penyebab corona atau tidak di dalamnya dengan Real Time PCR (RT PCR). 

Hingga nanti diinterpretasi apakah sampel tersebut positif atau negatif. Jika positif, maka pasien akan diberikan penanganan medis sesuai kebutuhan atau isolasi mandiri. 

Kelebihan dan Kekurangan Tes Swab Corona PCR

Di Indonesia, ada beberapa jenis pemeriksaan untuk mendeteksi apakah seseorang terinfeksi virus penyebab Covid-19 atau tidak. Salah satunya dengan tes swab PCR.

Tes ini memiliki kelebihan dan juga kekurangan dibanding tes lainnya. Berikut kelebihan dari tes swab Corona atau tes PCR ini.

  • Hasil pemeriksaan dari tes PCR ini paling akurat jika dibandingkan dengan tes swab Antigen atau pun rapid antibodi
  • Pengambilan sampel lendir menggunakan metode usap, sehingga pemeriksaan PCR ini menjadi metode paling akurat dalam mendeteksi virus corona varian terbaru

Namun, ada pula kekurangan dari tes usap PCR ini, yaitu:

  • Butuh waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasilnya dan prosesnya cukup rumit
  • Harga juga relatif lebih mahal dibanding pemeriksaan Covid-19 yang lain. Meskipun sekarang, melalui aturan pemerintah yang baru, harga tes PCR diturunkan.
  • Hanya bisa dilakukan di laboratorium dengan alat dan perlengkapan khusus serta lengkap

Orang-orang yang Perlu Melakukan Tes Swab Corona

Ada beberapa kelompok orang yang disarankan untuk melakukan tes PCR ini, yaitu:

  • Pasien yang setelah melakukan rapid test hasilnya positif
  • Orang yang sebelumnya melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19
  • Orang dalam pemantauan (ODP)
  • Pasien dalam pengawasan (PDP)

Biasanya kelompok ini disarankan untuk melakukan pemeriksaan tes PCR.

Frekuensi Melakukan Swab Test Corona

Biasanya frekuensi melakukan pemeriksaan tes PCR ini akan lebih dari 1 kali. Apalagi bagi pasien yang terinfeksi Covid-19. Hanya saja, jarak pengambilan sampel bisa berbeda-beda tergantung pada status pasiennya.

  • Bagi ODP dan PDP

Pengambilan sampel dari kelompok ODP dan PDP ini akan dilakukan sebanyak 2 kali berturut-turut. Pada hari pertama dan kedua, umumnya. Hal ini juga bisa dilakukan saat terjadi kondisi pasien yang memburuk.

  • Orang yang melakukan kontak dengan pasien Covid-19

Tes PCR ini sebaiknya dilakukan di hari pertama dan ke-14 setelah melakukan kontak erat dengan pasien yang Covid-19.