Tag: penyebab bayi jarang pipis

Memahami Penyebab Bayi Baru Lahir Jarang Pipis

Bayi baru lahir jarang pipis mungkin jadi salah satu kekhawatiran Anda. Seharusnya si kecil sudah memproduksi urine dengan jumlah teratur dalam beberapa hari awalnya.

Sebagai orang tua baru, kekhawatiran Anda dapat dipahami. Urine adalah salah satu tanda kesehatan si kecil yang harus diperhatikan.

Pada kasus normal, bayi bisa menghasilkan popok basah sebanyak enam hingga delapan popok basah dalam sehari. Namun, ada beberapa kasus bayi jarang pipis.

Bayi yang menangis dalam waktu lama memiliki kecenderungan banyak menelan udara sehingga bayi sering kentut

Kondisi inilah yang mungkin membuat Anda khawatir. Lalu apa penyebab bayi baru lahir jarang pipis? Untuk memahaminya, Anda perlu memperhatikan ukuran dan frekuensi pipis si kecil. Yuk disimak!

Mengukur dari popok basah

Cara termudah memastikan si kecil sudah pipis dengan normal adalah dengan menghitung popok basah yang dia hasilkan. Setiap kali Anda mengganti popok, Anda boleh bernapas lega karena si kecil bisa pipis.

Ibu yang memberikan ASI lebih memperhatikan popok basah si kecil daripada ibu yang memberikan susu formula.

Pasalnya, dengan susu formula Anda setidaknya dapat memastikan bahwa kebutuhan makan si kecil terpenuhi dengan dosis susu formula yang tepat.

Namun, ibu yang memberi ASI mungkin sedikit khawatir, terutama beberapa hari awal ketika suplai ASI belum maksimal.

Nah menghitung popok basah dalam sehari adalah cara yang bagus untuk membantu Anda memastikan si kecil mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan.

Berikut perkiraan popok basah yang bisa Anda harapkan pada pekan-pekan pertama bayi yang menerima ASI dan susu formula.

Untuk bayi yang menerima ASI

Jumlah popok basah atau kencing bayi yang mengonsumsi ASI akan berubah setiap hari pada pekan pertamanya. Pada beberapa hari awal, bayi mungkin tidak menerima banyak ASI jadi jumlah urine pun sedikit.

Lalu, seiring berjalannya hari dan dengan suplai ASI yang meningkat, bayi akan memproduksi lebih banyak urin dan dengan demikian akan ada lebih banyak popok basah.

  • Hari 1: Bayi yang baru lahir akan buang air kecil untuk pertama kalinya dalam waktu 12 hingga 24 jam setelah lahir. Pada beberapa jam hingga beberapa hari awal, bayi yang disusui secara eksklusif mungkin tidak memiliki banyak popok basah.
  • Hari 2: Anda mungkin harus mengganti setidaknya dua popok basah sehari sampai payudara Anda mulai terisi susu pada hari ketiga atau keempat pasca persalinan. Saat suplai ASI Anda meningkat, popok basah juga akan meningkat.
  • Hari 3–5: Bayi Anda harus menghasilkan setidaknya 3-5 popok basah.
  • Hari 6 dan seterusnya: Bayi Anda harus menghasilkan setidaknya enam sampai delapan popok basah setiap 24 jam tetapi mungkin lebih banyak. Beberapa bayi mengompol setiap kali menyusu.

Untuk bayi dengan susu formula

Pada dasarnya jumlah urine yang dikeluarkan bayi Anda tergantung pada jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuhnya.

Jika bayi Anda punya nafsu makan tinggi dan minum setidaknya 2 ons susu formula setiap tiga jam sejak awal kelahiran, Anda akan mendapatkan lebih banyak popok basah.

Namun, jika si kecil lebih banyak tidur dan tidak banyak minum pada beberapa hari awal, popok basahnya akan berkurang.

  • Hari 1: Bayi Anda harus memiliki popok basah pertama dalam kurun waktu 12 hingga 24 jam awal.
  • Hari 2: Anda seharusnya mendapati setidaknya dua popok basah sehari.
  • Hari 3–5: Bayi harus menghasilkan setidaknya tiga hingga lima popok basah.
  • Hari ke-6 dan seterusnya: Anda mendapati setidaknya enam hingga delapan popok basah sehari

Ukuran buang air kecil setelah pekan pertama

Baik yang menerima ASI maupun yang mengonsumsi susu formula, bayi pada umumnya mulai nyaman dengan pola makan dan mulai makan dengan lahap di pekan kedua.

Seharusnya Anda mendapati 3-8 popok basah setiap hari, tapi bisa saja anak Anda menghasilkan sampai 10 popok basah atau lebih.

Hal ini karena kandung kemih bayi yang baru lahir hanya bisa menampung sekitar 30-40 ml urine. Sebab itu, kemungkinan besar si kecil akan sering mengompol.

Dalam sebagian kasus, ada bayi yang buang air kecil hingga 20 kali dalam 24 jam. Sebaiknya Anda tidak membangunkan si kecil ketika harus mengganti popok dalam tidurnya.

Penyebab bayi jarang pipis

Lalu bagaimana jika bayi Anda tidak memenuhi kondisi-kondisi di atas? Jika Anda merasa si kecil tidak bisa pipis secara reguler, sebaiknya Anda segera mengatasinya untuk menjaga kesehatan si kecil.

Bayi disebut jarang pipis jika frekuensinya kurang dari 3 dalam sehari, tidak pipis sama sekali dalam 6 jam, atau jika jumlah urine kurang dari 1 ml/kg BB/jam.

Sebagai contoh, bayi dengan BB 6 kg sebaiknya mengeluarkan urine 6 ml per jam. Jika angkanya kurang dari itu, kemungkinan ada beberapa penyebab di bawah ini:

Dehidrasi

Dehidrasi adalah penyebab utama bayi jarang pipis, terutama untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan. Dehidrasi bisa terjadi saat si kecil sakit demam, diare, atau muntaber.

Selain itu, dehidrasi mungkin membawa beberapa gejala lainnya seperti:

  • Mulut dan lidah tampak kering
  • Mata cekung dan tampak lelah
  • Mengantuk
  • Malas berkegiatan

Anda dapat mengatasinya dengan memperbanyak frekuensi konsumsi ASI atau susu formula. Jika biasanya si kecil menyusu 3 jam sekali, tingkatkan frekuensinya jadi dua kali lipat.

Gangguan pada saluran kemih

Selain dehidrasi, penyebab lain yang mungkin sering terjadi adalah gangguan pada saluran kemih bayi. Gangguan ini bisa berupa sumbatan, infeksi, striktur, atau kelainan bentuk. Kondisi-kondisi itu bisa mengganggu frekuensi pipis bayi.

Ada beberapa gejala yang bisa Anda waspadai seperti:

  • Demam
  • Anyang-anyangan, sering pipis tapi hanya sedikit-sedikit.
  • Malas makan dan lebih rewel dari biasanya.
  • Urine kental, berwarna gelap, dan berbau tak sedap.

Demikian gejala dan penyebab bayi jarang pipis. Jika kondisi memburuk, segera bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.