Category: Kesehatan Pria

Cara Mengatasi Sperma Encer dengan Terapi Hormon

Cara Mengatasi Sperma Encer dengan Terapi Hormon

Kualitas sperma memang tidak selalu menjadi suatu hal yang sering dipikirkan. Namun, jika Anda dan pasangan sedang ingin memulai promil atau program hamil, maka soal kualitas sperma harus mulai dipertimbangkan, termasuk mengetahui cara mengatasi sperma encer.

Sperma encer bisa mengacu pada air mani. Secara normal, air mani biasanya memiliki konsistensi yang lebih kental dan berwarna putih susu. Namun, tekstur dan warna sperma juga dapat berubah karena beberapa faktor. Selain itu, air mani yang encer juga bisa menjadi pertanda bahwa jumlah sperma yang terdapat pada air mani sedikit. Anda bisa menggunakan cara mengatasi sperma encer dengan melakukan terapi hormon.

Terapi Hormon Sebagai Cara Mengatasi Sperma Encer

Karena testosteron dan kadar hormon lain yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menyebabkan jumlah sperma rendah, mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan obat-obatan dan perawatan lain dapat membantu Anda untuk memulihkan kesuburan.

Akan tetapi, Anda tetap harus mengingat bahwa penggunaan steroid anabolik, testosteron, atau bahkan sebagian besar penguat testosteron yang dijual bebas dapat menyebabkan kemandulan, oleh karena itu Anda harus menghindari obat tersebut.

Jika Anda memiliki kadar hormon testosteron yang rendah, maka hal itu bisa menghambat gairah seks. Selain itu, bisa juga menimbulkan disfungsi ereksi. 

Terapi hormon penggantian testosteron dapat membawa kadar testosteron kembali normal dan mengembalikan gairah seks. Tetapi jika ingin memiliki anak, ada satu kelemahan dari metode terapi hormon ini, yaitu justru dapat mengurangi kemampuan Anda untuk memiliki anak selama masih melakukannya.

Testosteron memang berperan penting dalam pembuatan sperma. Tetapi, otak membuat hormon khusus, yang disebut sebagai gonadotropin-releasing hormone (GnRH). Hormon GnRH memberi sinyal pada testis untuk membuat lebih banyak testosteron, dan penting untuk jumlah sperma yang sehat.

Ketika Anda mendapatkan terapi penggantian hormon testosteron, testosteron ditambahkan ke dalam aliran darah dengan patch, gel, atau metode pengobatan lainnya. Otak akan menafsirkan kenaikan kadar testosteron ini sebagai tanda bahwa Anda sekarang memiliki cukup testosteron. Jadi otak akan berhenti mengirim sinyal ke testis untuk membuat lebih banyak testosteron. Tetapi, ketika testis Anda tidak menghasilkan lebih banyak testosteron, produksi sperma akan turun. Jumlah sperma yang rendah membuat Anda lebih sulit untuk memiliki anak.

Jika Anda memiliki kadar hormon testosteron rendah, salah satu cara untuk meningkatkan jumlah sperma adalah dengan memberikan suntikan hormon gonadotropin. Hormon ini akan merangsang produksi sperma. Tak hanya itu, metode ini juga dapat dianggap sebagai cara untuk meningkatkan kesuburan pria ketika mereka dan pasangannya mengalami kesulitan untuk memiliki anak.

Jika Anda memiliki kadar hormon gonadotropin yang sangat rendah (hormon yang berfungsi untuk merangsang produksi sperma), Anda dapat diberikan pengobatan dengan obat gonadotropin untuk meningkatkan kesuburan Anda.

Tetapi jika tidak ada penyebab yang ditemukan untuk jumlah sperma abnormal Anda, Anda tidak akan ditawari obat-obatan berbasis hormon karena obat-obatan tersebut tidak diketahui dapat meningkatkan kesuburan dalam kasus ini.

Metode penggunaan hormon gonadotropin tersebut juga merupakan praktik standar untuk memeriksa jumlah sperma pria ketika pasangan mengalami kesulitan untuk hamil. Jika jumlah spermanya rendah, langkah selanjutnya adalah mengukur testosteronnya.

Cara mengatasi sperma encer sehingga menurunkan kesuburan tak hanya dengan terapi hormon, Anda juga bisa mengganti gaya hidup dengan olahraga secara teratur dan mengonsumsi diet sehat jika ingin segera menjadi ayah dari seorang anak. Hal ini karena pria yang kelebihan berat badan dan mengalami obesitas justru cenderung memiliki kadar estrogen yang lebih rendah karena kelebihan lemak perut dapat mengubah testosteron menjadi estrogen dan hormon lain. Oleh karena itu, menurunkan berat badan dapat berdampak positif untuk kesuburan Anda. Anda juga bisa mengurangi kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dan berhenti merokok.

Penyebab dan Gejala Nyeri Testis yang Perlu Diketahui

Penyebab dan Gejala Nyeri Testis yang Perlu Diketahui

Nyeri testis memang tidak menyenangkan karena menghambat aktivitas harian Anda. Diketahui bahwa penyebab nyeri adalah mulai dari terkena infeksi hingga mengalami cedera traumatik.

Selain itu, gejala terjadinya nyeri adalah disebabkan oleh beberapa faktor seperti nyeri pada satu atau dua testis, nyeri di panggul, dan punya darah saat mengeluarkan sperma.

Adapun nyeri dapat menyerang siapa saja termasuk yang sering berhubungan badan sembarangan dan tidak memakai pelindung berupa kondom. Selain itu, yang tidak disunat berpotensi besar terkena.

Penyebab nyeri testis dan gangguan pada kelenjar kelamin pria

Di bawah ini ada beberapa kemungkinan nyeri pada kelenjar kelamin tersebut.

Epididimitis

Penyebab pertama nyeri adalah epididimitis, yaitu infeksi yang epididimis, organ tempat sperma yang sudah matang sebelum dikeluarkan dari tubuh.

Gejalanya berupa rasa sakit yang bertahap meningkat, skrotum terasa panas saat disentuh, dan mengalami pembengkakan.

Epididimitis biasanya terjadi karena penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonore. Selain itu, penyakit saluran kemih menyebabkan kondisi ini.

Hernia

Penyebab kedua nyeri adalah hernia yang terjadi ketika jaringan didorong melalui bagian otot perut yang lemah. 

Salah satu jenis hernia adalah hernia inguinalis yang didorong ke dalam skrotum sehingga menyebabkan nyeri dan pembengkakkan testis.

Batu Ginjal

Batu ginjal juga dapat menyebabkan nyeri testis yang membuat Anda tentunya kesakitan. Nyeri akibat batu ginjal ini merupakan yang paling sering serius sebab bisa berujung pada komplikasi.

Terdapat berapa gejala yang bisa dihubungkan dengan kondisi ini, yaitu:.

  • urine berdarah
  • sensasi terbakar saat buang air kecil
  • mual
  • sakit pada bagian atas penis
  • rasa sakit yang tajam dan kram yang dapat menyebar dari punggung ke selangkangan
  • sering buang air kecil
  • muntah

Orkitis

Orkitis merupakan kondisi berupa infeksi dan peradangan pada testis.  Penyebab dari kondisi ini adalah epididimitis yang tidak diobati.

Gejalanya berupa:

  • Kelelahan
  • Demam
  • Mual 
  • Nyeri pada kelenjar kelamin
  • Pembengkakan pada satu atau dua testis
  • Muntah

Torsi testis

Kondisi medis ini merupakan yang serius,  yang terjadi ketika testis terpelintir di sekitar korda spermatika yang mempunyai fungsi membawa sperma dari testis ke uretra.

Biasanya, torsi testis atau testis terpelintir adalah  kondisi yang lebih sering terjadi pada pria muda, biasanya  yang berusia di bawah 25 tahun.

Gejala kondisi ini berupa:

  • Mual
  • Kemerahan atau skrotum mempunyai warna gelap
  • Merasakan sakit parah mendadak di skrotum
  • Skrotum membengkak
  • Muntah

Rasa sakit akibat torsi testis tidak selalu tiba-tiba.  Beberapa orang dengan kondisi ini mengalami rasa sakit yang perlahan memburuk selama beberapa hari. Menurut Asosiasi Urologi Amerika, torsi testis biasanya terjadi di sisi kiri lebih dari kanan.

Tumor testis

Nyeri juga dapat disebabkan oleh tumor. Tak hanya nyeri, tetapi juga menyebabkan pembengkakan. 

Gejalanya sebagai berikut:

  • Sakit di selangkangan
  • Benjolan di testis
  • Pembengkakan testis

Gejala tumor testis diketahui dapat menyerupai beberapa kondisi lain yang mempengaruhi seperti hernia inguinalis dan epididimitis.  

Trauma

Hantaman berupa pukulan atau tendangan pada testis dapat menyebabkan memar, nyeri, dan bengkak.  

Akibatnya, testis juga bisa pecah atau mengembangkan hematokel ketika darah menggenang di sekitar testis sehingga memengaruhi aliran darah.

Jika seseorang mengalami hal tersebut, dan mengalami rasa sakit dan bengkak, cara terbaik adalah mencari pertolongan medis segera.

Varikokel

Penyebab terakhir adalah varikokel,  pembuluh darah besar atau bengkok yang tidak normal di testis. Kondisi ini terkadang tidak menimbulkan gejala apapun.

Saat beraktivitas, Anda mungkin merasakan nyeri yang memburuk sepanjang hari.  Varikokel diketahui juga dapat mempengaruhi kesuburan seseorang. Untuk penyebab pada salah satu nyeri testis ini belum diketahui secara pasti.