Category: Bayi & Menyusui

Lakukan Hal Ini Guna Mengatasi Bisul pada Bayi

Lakukan Hal Ini Guna Mengatasi Bisul pada Bayi

Kondisi kulit bayi yang masih sensitif dan sistem pertahanan tubuhnya yang belum terbentuk sempurna, membuatnya mudah terkena infeksi bakteri di kulit. Infeksi tersebut bisa menyebabkan munculnya bisul pada bayi.

Bisul (abses) bayi bisa menimbulkan rasa sakit, sehingga membuat bayi menjadi rewel. Meski begitu, benjolan merah ini sebenarnya bukan kondisi yang berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu.

Meski bisa sembuh dengan sendirinya, ada beberapa cara mengatasi bisul di kepala bayi yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat penyembuhannya. Sejumlah tindakan yang dapat Anda lakukan, antara lain.

  1. Mengompres dengan air hangat

Mengompres bisul bayi dengan handuk dan air hangat, dapat membantu bisul terbuka, sehingga nanah keluar dan bisul pun sembuh. Kompres bisul selama beberapa kali sehari, dan selalu cuci tangan Anda sebelum maupun sesudah mengompresnya.

  1. Rutin membersihkan area tubuh yang mengalami bisul

Menjaga kebersihan merupakan langkah penting untuk menyembuhkan bisul bayi. Pasalnya, bakteri penyebabnya dapat dengan mudah menyebar ke area tubuh yang lainnya. Saat pecah, Anda harus membersihkan bisul dan permukaan kulit di sekitarnya dengan kapas yang sudah dicelupkan ke antiseptik. 

Setelah itu, keringkan area bisul dan tutup dengan kain kasa atau plester luka, agar anak tidak menyentuh area bisul atau menggaruknya. Segera cuci pakaian, handuk, sprei hingga selimut yang bersentuhan dengan nanah atau darah bisul bayi agar bakteri tidak menyebar. Pastikan juga Anda mencuci tangan sebelum dan sesudah membersihkan bisul bayi.

  1. Antibiotik

Jika bisul yang dialami bayi cukup banyak dan berjumlah parah, dokter dapat meresepkan obat antibiotik baik obat topikal seperti salep bisul untuk bayi maupun obat oral yang aman untuk diminum.

  1. Drainase

Apabila pengobatan lain tidak juga berhasil menghilangkan bisul pada bayi, salah satu cara yang mungkin akan diambil dokter untuk mengeluarkan nanah dengan cara drainase. Saat melakukan drainase, dokter akan membuat sedikit sayatan pada bisul, agar nanah di dalamnya dapat keluar.

  1. Jaga kebersihan tubuh bayi

Pastikan bayi mandi dengan teratur dan menggunakan pakaian yang bersih setiap hari. Ajarkan juga bayi untuk biasa mencuci tangan dengan sabun agar tidak ada penyebaran bakteri ke bagian tubuh lainnya. 

  1. Periksakan bisul pada bayi ke dokter

Bisul umumnya akan pecah dengan sendirinya. Namun, jika bisul tidak juga pecah, maka Anda tidak disarankan untuk memecahkannya sendiri. Pasalnya, hal tersebut akan membuat bayi kesakitan. Segera hubungi dokter apabila bisul pada si Kecil tidak kunjung sembuh, meski sudah diobati di rumah. Perawatan dokter juga diperlukan, apabila bisul muncul disertai dengan demam. Sebab, demam dapat menjadi pertanda adanya infeksi di aliran darahnya.

Bisul adalah infeksi yang dapat menular melalui sentuhan langsung, maupun pakaian, handuk, atau barang-barang lain yang digunakan secara bersamaan. Untuk mencegah penularan, pastikan Anda mencuci tangan setiap selesai bermain dengan bayi.

Anda juga perlu mengganti kain kasa atau kapas yang digunakan untuk menutupi bisul pada bayi secara berkala, dan segera membuangnya ke tempat sampah yang tertutup. Saat bisul pada bayi mulai pecah, pastikan nanah yang keluar tidak menyentuh atau menyebar ke bagian tubuh bayi yang lain.

Jika bisul terus muncul, meski sudah sempat hilang, hal tersebut bisa menandakan adanya gangguan tertentu pada kulit bayi. Sehingga, Anda perlu memeriksakannya ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

Memahami Penyebab Bayi Baru Lahir Jarang Pipis

Bayi baru lahir jarang pipis mungkin jadi salah satu kekhawatiran Anda. Seharusnya si kecil sudah memproduksi urine dengan jumlah teratur dalam beberapa hari awalnya.

Sebagai orang tua baru, kekhawatiran Anda dapat dipahami. Urine adalah salah satu tanda kesehatan si kecil yang harus diperhatikan.

Pada kasus normal, bayi bisa menghasilkan popok basah sebanyak enam hingga delapan popok basah dalam sehari. Namun, ada beberapa kasus bayi jarang pipis.

Bayi yang menangis dalam waktu lama memiliki kecenderungan banyak menelan udara sehingga bayi sering kentut

Kondisi inilah yang mungkin membuat Anda khawatir. Lalu apa penyebab bayi baru lahir jarang pipis? Untuk memahaminya, Anda perlu memperhatikan ukuran dan frekuensi pipis si kecil. Yuk disimak!

Mengukur dari popok basah

Cara termudah memastikan si kecil sudah pipis dengan normal adalah dengan menghitung popok basah yang dia hasilkan. Setiap kali Anda mengganti popok, Anda boleh bernapas lega karena si kecil bisa pipis.

Ibu yang memberikan ASI lebih memperhatikan popok basah si kecil daripada ibu yang memberikan susu formula.

Pasalnya, dengan susu formula Anda setidaknya dapat memastikan bahwa kebutuhan makan si kecil terpenuhi dengan dosis susu formula yang tepat.

Namun, ibu yang memberi ASI mungkin sedikit khawatir, terutama beberapa hari awal ketika suplai ASI belum maksimal.

Nah menghitung popok basah dalam sehari adalah cara yang bagus untuk membantu Anda memastikan si kecil mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan.

Berikut perkiraan popok basah yang bisa Anda harapkan pada pekan-pekan pertama bayi yang menerima ASI dan susu formula.

Untuk bayi yang menerima ASI

Jumlah popok basah atau kencing bayi yang mengonsumsi ASI akan berubah setiap hari pada pekan pertamanya. Pada beberapa hari awal, bayi mungkin tidak menerima banyak ASI jadi jumlah urine pun sedikit.

Lalu, seiring berjalannya hari dan dengan suplai ASI yang meningkat, bayi akan memproduksi lebih banyak urin dan dengan demikian akan ada lebih banyak popok basah.

  • Hari 1: Bayi yang baru lahir akan buang air kecil untuk pertama kalinya dalam waktu 12 hingga 24 jam setelah lahir. Pada beberapa jam hingga beberapa hari awal, bayi yang disusui secara eksklusif mungkin tidak memiliki banyak popok basah.
  • Hari 2: Anda mungkin harus mengganti setidaknya dua popok basah sehari sampai payudara Anda mulai terisi susu pada hari ketiga atau keempat pasca persalinan. Saat suplai ASI Anda meningkat, popok basah juga akan meningkat.
  • Hari 3–5: Bayi Anda harus menghasilkan setidaknya 3-5 popok basah.
  • Hari 6 dan seterusnya: Bayi Anda harus menghasilkan setidaknya enam sampai delapan popok basah setiap 24 jam tetapi mungkin lebih banyak. Beberapa bayi mengompol setiap kali menyusu.

Untuk bayi dengan susu formula

Pada dasarnya jumlah urine yang dikeluarkan bayi Anda tergantung pada jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuhnya.

Jika bayi Anda punya nafsu makan tinggi dan minum setidaknya 2 ons susu formula setiap tiga jam sejak awal kelahiran, Anda akan mendapatkan lebih banyak popok basah.

Namun, jika si kecil lebih banyak tidur dan tidak banyak minum pada beberapa hari awal, popok basahnya akan berkurang.

  • Hari 1: Bayi Anda harus memiliki popok basah pertama dalam kurun waktu 12 hingga 24 jam awal.
  • Hari 2: Anda seharusnya mendapati setidaknya dua popok basah sehari.
  • Hari 3–5: Bayi harus menghasilkan setidaknya tiga hingga lima popok basah.
  • Hari ke-6 dan seterusnya: Anda mendapati setidaknya enam hingga delapan popok basah sehari

Ukuran buang air kecil setelah pekan pertama

Baik yang menerima ASI maupun yang mengonsumsi susu formula, bayi pada umumnya mulai nyaman dengan pola makan dan mulai makan dengan lahap di pekan kedua.

Seharusnya Anda mendapati 3-8 popok basah setiap hari, tapi bisa saja anak Anda menghasilkan sampai 10 popok basah atau lebih.

Hal ini karena kandung kemih bayi yang baru lahir hanya bisa menampung sekitar 30-40 ml urine. Sebab itu, kemungkinan besar si kecil akan sering mengompol.

Dalam sebagian kasus, ada bayi yang buang air kecil hingga 20 kali dalam 24 jam. Sebaiknya Anda tidak membangunkan si kecil ketika harus mengganti popok dalam tidurnya.

Penyebab bayi jarang pipis

Lalu bagaimana jika bayi Anda tidak memenuhi kondisi-kondisi di atas? Jika Anda merasa si kecil tidak bisa pipis secara reguler, sebaiknya Anda segera mengatasinya untuk menjaga kesehatan si kecil.

Bayi disebut jarang pipis jika frekuensinya kurang dari 3 dalam sehari, tidak pipis sama sekali dalam 6 jam, atau jika jumlah urine kurang dari 1 ml/kg BB/jam.

Sebagai contoh, bayi dengan BB 6 kg sebaiknya mengeluarkan urine 6 ml per jam. Jika angkanya kurang dari itu, kemungkinan ada beberapa penyebab di bawah ini:

Dehidrasi

Dehidrasi adalah penyebab utama bayi jarang pipis, terutama untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan. Dehidrasi bisa terjadi saat si kecil sakit demam, diare, atau muntaber.

Selain itu, dehidrasi mungkin membawa beberapa gejala lainnya seperti:

  • Mulut dan lidah tampak kering
  • Mata cekung dan tampak lelah
  • Mengantuk
  • Malas berkegiatan

Anda dapat mengatasinya dengan memperbanyak frekuensi konsumsi ASI atau susu formula. Jika biasanya si kecil menyusu 3 jam sekali, tingkatkan frekuensinya jadi dua kali lipat.

Gangguan pada saluran kemih

Selain dehidrasi, penyebab lain yang mungkin sering terjadi adalah gangguan pada saluran kemih bayi. Gangguan ini bisa berupa sumbatan, infeksi, striktur, atau kelainan bentuk. Kondisi-kondisi itu bisa mengganggu frekuensi pipis bayi.

Ada beberapa gejala yang bisa Anda waspadai seperti:

  • Demam
  • Anyang-anyangan, sering pipis tapi hanya sedikit-sedikit.
  • Malas makan dan lebih rewel dari biasanya.
  • Urine kental, berwarna gelap, dan berbau tak sedap.

Demikian gejala dan penyebab bayi jarang pipis. Jika kondisi memburuk, segera bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

6 Jenis Buah–buahan Sebagai Makanan Penambah Berat Badan Bayi

6 Jenis Buah–buahan Sebagai Makanan Penambah Berat Badan Bayi

Seiring bertambahnya usia bayi, maka berat badan bayi seharusnya juga ikut bertambah. Namun ketika berat badan bayi mengalami penurunan dan bukan karena alasan medis seperti gangguan pencernaan atau masalah jantung, maka salah satu penyebabnya mungkin karena bayi tidak mengonsumsi cukup lemak. Jadi, Anda harus pintar dalam memilih makanan penambah berat badan bayi yang bisa diberikan kepada si Kecil sesuai dengan usianya.

Meski begitu, Anda tidak boleh sembarangan dalam memberikan makanan penambah berat badan bayi. Dilansir dari laman Mom Junction, berikut ini beberapa buah sehat dan lezat yang bisa menjadi makanan penambah berat badan bayi.

Jenis buah sebagai penambah berat badan bayi

1. Pisang sebagai sumber karbohidrat dan energi

Pisang merupakan salah satu buah-buahan yang bisa menjadi sumber karbohidrat dan juga energi untuk diberikan pada bayi sebagai salah satu makanan penambah berat badan. Anda bisa memberikan anak pisang yang manis dan matang, sehingga bayi bisa menikmatinya saat makan. Menyajikan pisang pada bayi bisa dengan cara dipotong kecil-kecil, diolah menjadi puree, dijadikan milkshake dengan tambahan ASI, atau hanya dihancurkan menggunakan sendok. Agar lebih optimal, Anda bisa memberikan 1 atau 1/2 buah tiap harinya. 

2. Pir kaya serat dan zat besi

Pir adalah salah satu makanan padat yang bisa Anda berikan pada bayi untuk bisa menaikan berat badannya. Buah pir sangatlah kaya akan serat, zat besi, vitamin B6, dan juga vitamin C. Anda bisa memberikan buah ini dalam olahan puree yang juga bisa dicampurkan dengan kayu manis dan apel di dalamnya. Selain itu, cara lain memberikan pir pada anak Anda bisa dengan membuatnya dalam bentuk pancake. 

3. Pepaya mengandung 46 kalori tiap 100 gram

Pepaya adalah buah yang mudah ditemui pada daerah tropis, kandungan kalori pada pepaya cukup banyak. Pepaya juga mempunyai kandungan gula yang alami. Anda bisa memberikan buah yang satu ini sebagai salah satu pendamping makanan utamanya. Pepaya bisa membantu menaikan berat badannya karena memiliki 46 kalori tiap 100 gramnya. Pilihlah pepaya yang sudah matang karena teksturnya akan sangat lembut, sehingga mudah dicerna oleh bayi.

4. Kurma mengandung gula yang dapat menaikan berat badan bayi

Jenis buah lainnya yang bisa membantu menjadi penambah berat badan adalah kurma. Gula dan kalori yang terkandung didalamnya dipercaya bisa membantu menaikan berat badan dengan sangat baik. Anda bisa memberikan kurma pada anak usia 12 bulan keatas. Jangan lupa untuk memisahkan biji kurma pada buahnya agar tidak termakan oleh anak. Sebaiknya pilihlah kurma yang bagus dan terpercaya, jangan memilih kurma yang sudah dioplos atau kurma buatan.

5. Anggur dianjurkan untuk anak diatas usia 7 bulan

Buah yang berbentuk kecil dan memiliki warna ungu atau hijau ini juga bisa menjadi salah satu pilihan buah yang dapat meningkatkan berat badan bayi. Anda bisa memberikan anggur pada anak dalam bentuk jus. Anda juga bisa memberikannya secara langsung, namun jangan lupa untuk memisahkan biji-biji kecil di dalamnya. Anggur tidak dianjurkan untuk dikonsumsi pada anak dibawah usia tujuh bulan. 

6. Apel mengandung antioksidan alami

Apel adalah buah yang cukup populer, buah ini memiliki kandungan antioksidan alami yang sangat berguna untuk tubuh bayi. Selain itu, buah ini juga memiliki kandungan kalori cukup tinggi, sehingga sangat baik untuk dijadikan pendamping makanan si Kecil agar bisa menambah berat badannya. Anda bisa mencampurkan apel dan pir menjadi satu lalu diolah seperti puree. Berikan dua hari sekali pada bayi sebagai pendamping makanan utamanya.Jadi, itulah 6 jenis buah–buahan yang bisa menjadi alternatif sebagai makanan penambah berat badan bayi. Anda bisa membuat puree atau finger food dari buah tersebut guna meningkatkan nafsu makan si Kecil. Tetap semangat dan selamat mencoba, ya!

Tips Memilih Selimut Bayi agar Tidur Nyenyak

Tips Memilih Selimut Bayi agar Tidur Nyenyak

Saat bayi pertama kali lahir ke dunia ini, mereka menghabiskan banyak waktunya untuk tidur dengan balutan selimut. Itulah mengapa memilih selimut bayi yang tepat sangat penting. Anda membutuhkan selimut yang aman, nyaman, dan berguna. Berikut beberapa tips memilih selimut bayi yang tepat untuk si kecil.

1. Perhatikan materi dengan saksama

Bahan atau material akan menjadi faktor penentu terbesar saat akan membeli selimut bayi. Pastikan selimut bayi harus memiliki sirkulasi udara yang baik agar si kecil tidak mudah berkeringat di malam hari, cukup hangat untuk membuatnya nyaman dalam kondisi apapun, dan terbuat dari bahan yang mudah dicuci. Anda dapat memilih selimut bayi dengan material kapas organik.

2. Aman saat digunakan

Selimut bayi tidak boleh memiliki jumbai, pita, pinggiran, atau apapun yang longgar sehingga bayi dapat menarik, membungkus jari mereka, atau dimasukkan ke dalam mulutnya. Pertimbangkan juga selimut yang tidak memiliki lubang yang sangat besar dengan pola rajutan atau kaitan, sehingga jari kaki dan jari tangan bayi dapat tersangkut.

3. Cari ukuran yang tepat

Selimut bayi harus cukup besar untuk membungkus bayi, namun jangan terlalu ekstra tetapi pas untuk tubuhnya. Ukuran selimut yang tidak sesuai dapat menyebabkan situasi di mana bayi terjerat di dalam selimut dan tidak bisa keluar. Namun, ukuran yang terlalu kecil membuat selimut tersebut tidak berguna untuk waktu yang lama, karena bayi tumbuh dengan sangat cepat! Kebanyakan selimut bayi berukuran sekitar 45cm x 45cm, atau hingga 45cm x 60cm. Ini dapat digunakan untuk membedong.

4. Pertimbangkan kualitas jangka panjang

Banyak selimut bayi dibeli sebagai alat yang berguna, seperti kain muka tambahan. Namun, selimut bayi juga bisa menjadi koleksi untuk disimpan di masa depan sebagai kenang-kenangan. Anda tidak pernah tahu selimut mana yang akan dikenakan anak sebagai favorit mereka. Jadi pastikan untuk mempertimbangkan kualitas jangka panjang dari setiap selimut yang Anda beli. 

Pilih selimut yang terbuat dari bahan kokoh yang menampilkan satu warna solid, atau warna yang mudah dicuci bersama tanpa khawatir luntur atau pudar. Anda mungkin juga ingin mempertimbangkan selimut yang cukup besar untuk digunakan untuk tempat tidur balita nanti.

5. Mencari alternatif lain selain selimut

Terkadang, selimut terbaik untuk bayi tidak harus selimut yang dirancang khusus. Dengan kata lain, kantong tidur bisa menjadi alternatif yang bagus untuk selimut bayi antara usia 1 dan 6 bulan. Selain itu, juga dapat digunakan untuk bayi usia 5 sampai 12 bulan.

Kantong tidur dapat menjadi alternatif karena jauh lebih aman daripada selimut yang berukuran terlalu longgar. Selain itu, bayi tidak akan bisa membuang atau menyingkirkan kantong tidur di tengah malam seperti selimut. Jadi, Anda bisa tidur nyenyak tanpa mengkhawatirkan bayi.

Pastikan kamar bayi Anda diisi dengan selimut dalam berbagai bobot dan gaya untuk mengakomodasi semua kebutuhan bayi. Pertimbangkan selimut lampin untuk membantu bayi Anda tidur lebih nyenyak dan merasa lebih aman. Ketika Anda menginginkan barang khusus, selimut bayi yang dipersonalisasi memungkinkan untuk menambahkan nama anak dan memilih warna dan gaya selimut, supaya bisa disimpan sebagai kenang-kenangan.

Jadi, jika Anda sedang mencari jenis selimut bayi yang tepat, sebaiknya ikuti panduan yang diberikan di atas sebelum membuat keputusan yang tepat.