Apa Perbedaan Lapifed Sirup Ekspektoran dan DM?

No Comments Uncategorized

Saat pilek menyerang seringkali disertai dengan bersin-bersin, pusing, hidung tersumbat, demam, hingga batuk. Kondisi ini cukup mengganggu kegiatan sehari-hari dan tidur pun juga ikut terganggu. Namun, kondisi ini dapat diatasi dengan mengonsumsi Lapifed sirup ekspektoran atau Lapifed sirup DM. 

Sama-sama diformulasikan untuk mengobati batuk dan pilek, lalu apa bedanya kedua obat ini? Berikut penjelasan selengkapnya. 

  1. Kandungan

Dari segi kandungan Lapifed sirup ekspektoran dan DM sebenarnya memiliki kandungan yang hampir sama, yakni mengandung zat aktif Triprolidine HCl  dan Pseudoephedrine HCl. Bedanya adalah Lapifed sirup ekspektoran mengandung Glyceryl guaiacolate, sedangkan Lapifed DM mengandung Dextromethorphan HBr. 

Adapun manfaat dari Triprolidine HCl yang terkandung pada kedua jenis obat ini adalah untuk meredakan demam, flu, dan gejala alergi, seperti ruam, mata berair, gatal-gatal. batuk, pilek, dan bersin-bersin. Zat aktif ini bekerja dengan cara menghambat kerja histamin, yaitu zat yang diproduksi oleh tubuh ketika tubuh terpapar alergen (bahan pemicu alergi) sehingga munculah reaksi alergi. 

Sementara itu, Pseudoephedrine HCl bermanfaat untuk meredakan hidung tersumbat dan gejala penyakit pernapasan lainnya, seperti alergi, demam, dan bronkitis. Pseudoephedrine termasuk dalam obat golongan dekongestan (simpatomimetik) artinya obat ini bekerja dengan cara meredakan pembengkakan pada pembuluh darah yang terdapat di hidung sehingga Anda bisa bernapas dengan lega. 

Kandungan Glyceryl guaiacolate atau disebut juga guaifenesin pada Lapifed sirup ekspektoran bermanfaat untuk mengencerkan dahak karena kandungan ini termasuk dalam golongan ekspektoran. Dahak yang lebih encer ini lebih mudah untuk dikeluarkan sehingga pernapasan Anda pun terasa lebih lega. Sedangkan kandungan Dextromethorphan HBr pada Lapifed DM bermanfaat untuk meredakan batuk kering yang disebabkan oleh infeksi tertentu pada saluran pernapasan, seperti flu dan sinusitis.

  1. Manfaat

Baik Lapifed sirup ekspektoran maupun Lapifed DM, keduanya sama-sama bermanfaat dalam mengatasi batuk dan pilek. Hanya saja, Lapifed sirup ekspektoran diperuntuk untuk mengobati gejala pilek yang disertai dengan batuk berdahak sekaligus gejala alergi. 

Sementara untuk Anda yang memiliki gejala pilek, seperti bersin-bersin, hidung tersumbat disertai dengan batuk kering, maka Lapifed DM pilihan yang tepat untuk Anda. Jangan menggunakan obat ini jika Anda ingin mengobati gejala pilek disertai batuk berdahak dan batuk jangka panjang yang disebabkan oleh penyakit saluran pernapasan, seperti bronkitis kronis, asma, atau emfisema. Gunakanlah obat sesuai dengan gejala yang ditimbulkan.

  1. Dosis dan Aturan Pemakaian

Adapun dosis dan aturan pemakaian untuk Lapifed sirup ekspektoran adalah sebagai berikut. 

  • Orang dewasa : 2 sendok teh  (10 ml) 3 kali sehari
  • Anak usia 6 – 12 tahun : 1 sendok teh (5 ml) 3 kali sehari
  • Anak < 6 tahun harus mengikuti anjuran dokter

Sementara dosis dan aturan pemakaian untuk Lapifed DM adalah berikut ini.

  • Orang dewasa dan anak >12 tahun : 2 sendok teh (10ml) 3 kali sehari
  • Anak usia 6 – 12 tahun : 1 sendok teh (5 ml) 3 kali sehari
  • Anak usia 2 – 5 tahun : cukup ½ sendok teh (2,5 ml) 3 kali sehari
  1. Harga

Lapifed sirup ekspektoran dijual seharga Rp31.000 dengan ukuran botol 60 ml, sedangkan Lapifed DM dijual seharga Rp32.500 dengan ukuran botol 100 ml. Itulah beberapa perbedaan Lapifed sirup ekspektoran dan Lapifed DM. Namun, keduanya sama-sama tidak disarankan untuk digunakan bersamaan dengan kelompok obat monoamine oxidase inhibitor  (MAOI) karena dapat menimbulkan efek samping yang serius. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *