9 Penyebab BAB Tidak Lancar, Sudah Tahu?

Anda merasa menderita karena BAB tidak lancar? Hati-hati jika dibiarkan terus berlangsung, kondisi tersebut bisa memicu penyakit wasir yang membuat Anda semakin merasa tidak nyaman saat duduk sekalipun. 

Anda bisa mengatasi BAB tidak lancar dengan berbagai cara, mulai dari pergi ke dokter dan mendapat berbagai suplemen untuk mempermudah proses BAB. Pilihan lainnya, Anda melakukan terapi di rumah untuk memperlancar BAB, mulai dari minum air lebih banyak, meningkatkan konsumsi buah dan sayur, sampai rutin melakukan olahraga ringan, seperti jogging. 

Namun, semuanya akan sia-sia jika Anda terus melakukan ha-hal yang memicu terjadinya sembelit. Sudah tahu apa saja penyebab yang membuat BAB tidak lancar dan jarang? Berikut ini adalah berbagai macam pemicunya. 

Merasa sakit saat BAB dapat disebabkan oleh berbagai hal

Kurang Asupan Serat 

Anda jarang mengonsumsi buah, sayur, ataupun kacang-kacangan? Tidak mengherankan jika pada akhirnya Anda menemui masalah BAB tidak lancar. Soalnya, jenis-jenis makanan tersebut merupakan sumber serat yang sangat penting bagi kelancaran sistem pencernaan. Ketika Anda memilih malas untuk mengonsumsinya, asupan serat yang diperlukan tubuh pun menjadi berkurang sehingga sistem pencernaan menjadi tersendat. 

Dehidrasi 

Jangan remehkan kebiasaan mengonsumsi air putih minimal 2,5 liter dalam sehari. Jika Anda jarang minum, akhirnya Anda akan mengalami dehidrasi. Kondisi kekurangan cairan tubuh ini pulalah yang bisa menyeret Anda ke masalah sembelit yang tidak berujung. 

Konsumsi Banyak Produk Susu 

Anda suka susu dan produk turunannya, khususnya yang berasal dari susu sapi? Ini dapat meningkatkan risiko Anda mengalami BAB tidak lancar, apalagi buat anak kecil. Pasalnya, tubuh bisa mudah mengalami intoleransi laktosa dari susu dan produk turunannya. Intoleransi inilah yang akhirnya menyulitkan Anda untuk membuang sampah-sampah makanan dari tubuh. 

Kurang Aktivitas Fisik 

Saat Anda kurang aktivitas fisik, contohnya sangat jarang berolahraga, gerakan usus menjadi lebih lambat sehingga membuat pengeluaran feses menjadi terhambat. Hal ini pulalah yang akhirnya membuat Anda mesti merasakan gejala-gejala BAB tidak lancar, seperti mulas berkepanjangan sampai sulit dalam mengeluarkan feses. 

Stres Tinggi 

Tingkat stres Anda sangat mudah mempengaruhi sistem pencernaan. Berbagai masalah pencernaan pun dapat menghampiri Anda apabila Anda tidak bisa mengelola stres sehingga mengalami tingkat stres tinggi. Mulai dari mulas, diare, atau bahkan sembelit menjadi risiko ketika Anda tidak mampu memanajemen tingkat stres dengan apik. 

Pengkonsumsian Obat-obatan 

Pengkonsumsian obat-obatan tertentu juga bisa membuat Anda mengalami BAB tidak lancar. Beberapa jenis obat yang memicu kondisi sembelit, antara lain obat pereda nyeri, antasida, sampai obat yang bersifat diuretik. 

Kehamilan 

Pada saat hamil, terjadi perubahan hormon besar-besaran pada tubuh Anda. Perubahan hormon ini bisa mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh dan dalam kondisi tertentu akan membuat BAB tidak lancar. Karena alasan inilah, banyak perempuan hamil yang mengeluhkan masalah sembelit yang bisa berujung wasir. 

Gula Darah Tinggi 

Selain kehamilan, kondisi seseorang dengan gula darah tinggi juga bisa merusak keseimbangan hormon. Artinya ketika gula darah Anda tinggi atau mengidap diabetes, risiko mengalami BAB tidak lancar akan menjadi lebih besar. 

Usia Tua 

Kelancaran BAB juga dipengaruhi oleh usia seseorang. Semakin tua usia seseorang, semakin rentan ia mengalami BAB tidak lancar. Bahkan dalam sebuah penelitian didapati, hampir sepertiga orang-orang dengan usia di atas 60 tahun mengeluhkan kondisi sembelit yang sering mereka alami. 

Apabila BAB tidak lancar yang Anda alami sudah berlangsung cukup lama hingga membuat BAB berdarah tiap kali buang air, segeralah ke dokter. Anda mungkin memerlukan penanganan medis untuk segera memperlancar pembuangan feses dari saluran pencernaan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *